Home / Berita / Perempuan Sarbumusi Minta Perusahaan Tidak Diskriminasi Pekerja yang Positif Terkena HIV
Perempuan Sarbumusi bersama dengan SP/SB yang lain dalam Acara dengan ILO di Jakarta

Perempuan Sarbumusi Minta Perusahaan Tidak Diskriminasi Pekerja yang Positif Terkena HIV

Jakarta- International Labour Organization (ILO) menggelar Training of Trainer (ToT) terkait dengan Urgensi Sosialisasi mengenai Penyakit HIV bagi para pekerja.

Ketua Perempuan Sarbumusi NU, Eka Fitri Rohmawati mengatakan sosialisasi mengenai penyebaran penyakit HIV bagi para pekerja merupakan hal yang baik untuk diketahui oleh pekerja.

“Urgensi sosialisasi terkait HIV baik pengertian dan pemahamannya, pencegahan dan cara pengobatannya perlu dilakukan dan dijelaskan secara detail dan gamblang agar membuka wawasan dan pemahaman baru dan benar” kata Eka Fitri yang akrab di sapa Afi, Kamis (14/2/2019)

Afie menjelaskan perlakuan tidak adil bagi para pengidap HIV dilingkungan kerja harus mulai di hilangkan.

“HIV bukan AIDS, dan orang yang terkena HIV (+) bisa tetap terlihat bugar, sehat, semangat, dan tetap bisa bekerja seperti biasa dengan tetap berprestasi pula. Maka sangatlah tidak adil pekerja yang terkena HIV (+) mendapatkan perlakuan diskriminatif dengan dikucilkan atau bahkan di PHK, dan ditutup aksesnya ketika ingin melamar pekerjaan,” imbuhnya

Afie menegaskan bahwa penularan penyakit HIV tidak semudah yang dibayangkan oleh sebagian besar orang. Karena darah yang terjangkiti HIV tidak akan bereaksi/mati jika terkena udara, jadi ketika kitat bersalaman, makan dan minum dengan wadah bergantian dengan penderita HIV tidak akan tertular penyakit tsb, Perusahaan harus memperlakukan dengan adil pada pekerja yang terindikasi sebagai pengidap HIV,

“Penyakit HIV tidak serta merta menjadi AIDS. ada tahapan-tahapan yang dilewati dan merupakan proses yang panjang, namun jika penderita HIV rajin mengkonsumsi obat dan menjalai pola hidup sehat , serta mendapatkan dukungan psikologis dari lingkungan sekitar baik keluarga maupun teman, HIV bisa ditekan perkembangannya dan tidak menjadi AIDS,” tegasnya

“Penularan penyakit HIV bisa terjadi jika melakukan hubungan seks yang beresiko, penggunaan jarum suntik tidak steril secara bergantian, juga bayi yang tertular ibunya melalui plasenta, pada proses persalinan, dan proses menyusui. Dan agar para pekerja terbebas dari penyakit HIV ini, diharapkan para pekerja juga menjauhi hal-hal yang bisa menjadi timbulnya resiko”, lanjutnya

Oleh karena itu Afie meminta kepada perusahaan untuk bersikap adil terhadap pengidap penyakit HIV yang menjadi pekerja.

Sebagai informasi, International Labour Organization (ILO) menggelar TOT terbatas yang diikuti oleh 5 Konfederasi Serikat Buruh yang ada di Indonesia, Sarbumusi merupakan salah satu Konfederasi yang ikut hadir dalam TOT tersebut dengan delegasi Eka Fitri Rohmawati (Ketua Bidang Pemberdayaan Buruh Perempuan), Athik hiayatul Ummah (Federasi TKI), Nina Johan (Federasi P4K), Erliyanti Lubis (Federasi P4K).

Penulis: Akh. Fawaid

Check Also

Ketua Federasi MITAKIKEF Minta SPHIM Kembangkan Sarbumusi di Daerah-Daerah

Bogor- Ketua Umum Federasi MITAKIKEF, Umrah M Thaib mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Serikat Pekerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *